Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2020

Buku Cerita dan Aktivitas untuk Hari yang Seru

Warning: tulisan ini mengandung spoiler😁
Siang yang hujan, seseorang mengetuk pintu. Teriakan 'pakeeeettt' menggema. Dengan sigap, Abe membukakan pintu. Aku tidak belanja online apapun, oh, mungkin paketan titipan seperti biasanya. Ketika Pak Paket menyebut nama, kaget dong saya, karena biasanya Pak Suami tidak pernah menerima paketan atas namanya😁. Setelah mengucapkan terima kasih, kulihat nama pengirim di paketan itu. Langsung 'tring! Aha!' aku tahu ini isinya apa😁. Seketika itu pula ku kirimkan pesan ke Pak Suami, apakah paket itu boleh kubuka. Pak Suami pun mengizinkan. 

Dengan penuh semangat, dibantu Abe dan Adel, plastik pembungkusnya pun terkoyak sudah. Gambar warna-warni dengan visual menarik pun langsung menggoda Abe. Adel lebih tertarik pada bonus gantungan kunci dari bahan flanel berbentuk teddy bear berwarna fuschia. Ibun belum sempat menyentuh apapun, buku Cerita dan Aktivitas untuk Hari yang Seru karya LovRinz and Friends langsung dilahap Abe. Tunggu dulu, biasanya lho Abe tidak suka buku cerita non-komik. Mungkin karena ilustrasi karya Ferdinan Udiyanto ini menarik jadinya Abe berminat. Tidak sampai satu jam, Abe selesai membaca buku setebal 105 halaman itu. Meskipun kertasnya buram, tapi cetakan dan warna ilustrasinya jelas dan bagus. Kata Abe, dia paling suka cerita Pengemis dan Anak Berbaju Kumal. Buku itupun diserahkan kembali ke Ibun. Ibun penasaran dong kok tumben Abe minat baca buku non-komik. Ternyata buku terbitan LovRinz Publishing karya temanku Durroh Fuadin Kurniati dkk itu memang menarik untuk anak-anak.

Saya kasih spoilernya sedikit ya😁🙏. Dalam buku ini ada 28 judul cerita pendek anak-anak yang ditulis oleh 28 orang yang berbeda. Tidak perlu disebut satu-satu ya, sila kepoin sendiri saja, cus beli bukunya!👍. Dari 28 judul cerita itu, tidak hanya berisi cerita lho. Ada fakta menarik yang berhubungan dengan cerita di setiap akhir kisah. Jadi, selain menghibur, buku ini juga penuh pesan moral dan tambahan ilmu pengetahuan. Apa saja cerita di dalamnya? Baiklah, spoiler di mulai. Ibun tidak akan menyebutkan judulnya, jadi random saja biar yang sudah punya bukunya bisa cocoklogi sendiri😁. Ibun berani rekomen ini untuk guru SD/MI kelas kecil, guru TK dan PAUD yang selalu ada sesi cerita. Ada cerita tentang alat pertukangan, sekalian mengenalkan anak-anak pada alat-alat di rumah. Ada cerita kocheng Oren yang hits di jagat per-medsos-an, tapi bisa jadi cerita anak-anak lho. Penasaran kan? Ada kerjasama antara kerajaan es dan darat juga lho. Lalu, ada keluarga katak yang keras kepala. Pengemis dan Anak Kumal favoritnya Abe, Adik menjaga kue kakak, semut perenang, juga bangau yang tertipu. Ada juga fabel tentang hewan-hewan yang sombong, lebah pemberani, monyet tukang bully, kucing main petak umpet dan kupu berwajah burung hantu. Ada juga cerita penuh pesan tentang perlunya bangun pagi, anak yang kangen ayah, tentang orang gila, tentang bermain di tempat aman, serius ikut lomba, semua makhluk punya kelebihan masing-masing, juga tentang kemandirian. Kisah fantasi tentang pohon ajaib dan peri gigi juga ada lho. 

Lalu, karyanya Durroh yang mana? Baca sendiri aja yuk! Ini tulisan yang dari kalimat pertamanya saja sudah 'nyastra' lho, khas dirinya😁. Yang perlu diingat adalah, ini buku untuk anak-anak ya, jadi jangan berharap ada cerita yang berat dan gelap atau bahasa yang 'semlohai' ya. Karya untuk anak-anak ya begitu, ringan dan segar. Dan... Bonusnya... Ada lembar aktifitas di bagian belakang. Ada mewarnai, belajar sandi, puzzle kata-kata, TTS anak dan sebagainya. Asyik kan? Yuk kepoin bersama!

Jumat, 22 April 2016

Pulang –Tere Liye

Kupikir, novel ini akan berkisah tentang perjalanan yang termehek-mehek. Ternyata isinya tak seperti judulnya. Tentang pulang, memang. Tapi bukan liku-liku perjalanan seperti lagu kereta malam. Novel setebal 400 halaman ini berkisah tentang Si Babi Hutan alias Bujang, seorang anak kampong pedalaman sumatera, keturunan jagal nomor satu di ibu kota propinsi yang menjalani profesi seperti ayahnya. 

Sebenarnya plot kisahnya cukup singkat, hanya saja banyak detail yang tidak boleh terlewat agar tak ‘aneh’ saat disambungkan dengan cerita dari tokoh yang lainnya.
 
Seperti halnya novel Tere Liye yang lain, aku selalu suka cara penulisannya. Gaya penuturan yang lugas, hampir seperti membaca novel terjemahan kelas wahid. Dan idenya itu lho, yang selalu bisa membuatku geleng-geleng saking asiknya membaca.
 
Pulang, sebuah novel tentang perjalanan hidup, yang sebenarnya mengambil sisi religious dari sudut pandang yang tak religious (Maksudnya apa >_<). Banyak pelajaran yang bisa diambil di dalamnya. Tentang menjaga perut dari hal-hal yang diharamkan, agar ketika ketika berniat ‘pulang’ kita akan selalu menemukan jalan. Juga, tentang kegigihan dan kesetiaan tak terbatas.  

Membaca novel ini seolah kita akan dibetot ke dunia gelap per-preman-an yang seolah tiap detilnya nyata ada dalam kehidupan sehari-hari kita. Penasaran? Segeralah ke toko buku, dan nikmati membaca setelah membelinya ^_^

Rabu, 23 Maret 2016

Hujan – Tere Liye


Hujan, sebuah novel karya Tere Liye dengan ketebalan 320 halaman. Hujan, berkisah tentan dunia di masa depan. Dalam Hujan, ada sosok Esok yang jenius dan bercita-cita menjadi ilmuwan; ada Lail dan Maryam yang dengan senang hati menjadi relawan; ada Elijah, perawat yang penasaran. Dalam Hujan, ada debaran di mana kisah tentang segala ilmu pengetahuan yang tak mampu melawan kehendak alam.
Hujan, selalu menerbitkan kenangan. Hujan, novel yang ditulis dengan apik tentang pertemuan, tentang cinta, tentang harapan, tentang perpisahan, dan tentang melupakan hujan.
Plot
Kisah ini berpusat pada tokoh Esok dan Lail. Mereka berdua dipertemukan dalam sebuah bencana besar, level dunia, yang tak pernah disangka-sangka. Bencana yang meluluh-lantakkan segalanya, ditengah wacana untuk mengurangi populasi dunia, di tahun dua ribu empat puluh dua. Esok yang jenius dan Lail yang manis, sama-sama kehilangan keluarga. Mereka bahu-membahu, saling mendukung untuk menyingkirkan duka. Bersama, mereka berada di tempat penampungan korban bencana. Hingga suatu hari, Esok yang jenius harus ke ibu kota, untuk meneruskan pendidikan keilmuan di sana. Sedangkan Lail yang baik hati, menemukan jati dirinya dalam sekolah keperawatan. Di sekolah keperawatan itu, Lail menemukan teman seperjuangan yang ceria dan penuh canda. Maryam namanya. Mereka menjadi sahabat dekat, sejak pertama hingga selamanya. Sahabat terbaik dalam suka dan duka. Kisah mereka sederhana, tapi ditulis dengan indah. Dalam Hujan, ada petualangan Lail dan Maryam yang menempus hutan belantara saat menjadi relawan, hingga mereka dinobatkan menjadi relawan teladan. Dalam Hujan, ada kisah cinta dalam diam antara Lail dan Esok, yang melibatkan persahabatan, kecemburuan, dan keikhlasan.
Hujan, novel cantik yang tak boleh dilewatkan. Kalian yang membacanya, pasti akan merasa dibawa ke masa depan, dengan segala ketakutan dan harapan yang menyertai setiap perjalanan tokoh-tokohnya.

Kamis, 20 Agustus 2015

Negeri di Ujung Tanduk – Tere Liye

Buku ini adalah sekuel dari buku sebelumnya, yaitu Negeri Para Bedebah yang sudah pernah saya tuliskan di sini. Masih bergenre thriller yang sama, dengan tokoh-tokoh yang sama, dan beberapa karakter baru yang ditambahkan, buku ini tetap saja memukau dari awal sampai akhir. Rasa-rasanya, begitu membaca kalimat pertama, seolah tak mampu untuk melepas kalimat berikutnya.
 
Identitas buku        :
Judul            : Negeri di Ujung Tanduk
Penulis          : Tere Liye
Penerbit        : PT Gramedia Pustaka Utama
Dimensi         : 360 halaman, 20 cm
Kategori         : Fiksi
 
Plot            :
   Setelah membaca Negeri Para Bedebah yang ciamik, akhirnya saya penasaran juga dengan sekuelnya. Kali ini, dengan 33 episode, Tere Liye tetap mampu menggugah para pembacanya dengan sambungan cerita yang mengesankan, sepadan dengan buku sebelumnya.
   Masih bertokoh Thomas, yang menikmati masa jeda sebelum seminar kesuksesan politik- setelah dulu berkasus dengan keuangan ia pindah jalur ke ranah politik- di Hong Kong, dengan bermain tarung di Macau. Di mana lagi kalau bukan di klub tarungnya, di mana para petarung sejati menyalurkan hobi. Para pengusaha, politikus, jenderal, polisi, dan berbagai macam profesi berkumpul jadi satu untuk melampiaskan ego. Di sana, ternyata ia mendapat lawan tangguh yang tak lain dan tak bukan adalah cucu dari seorang kakek yang dulunya bermigrasi bersama kakek Thomas dari cina daratan menuju ke tanah impian, Indonesia. Sebuah cerita masa lalu antar kakek yang kelak justru menyelamatkan kehidupan mereka semua. Orang-orang yang menghargai masa lalu, berbuat baik tanpa pamrih berdasarkan rasa kemanusiaan, mampu diingat sepanjang masa, diceritakan turun-temurun dan diniati untuk balas jasa.
   Kebetulan, atau rekayasa, petualangan pun kembali terjadi saat Thomas mengunjungi kakeknya yang sedang merapat di pelabuhan Hong Kong. Kapal pesiar baru, katanya. Di temani Kadek, sang pelayan dan koki handal serta setia, plus seorang wartawati cantik bernama Maryam. Tunggu, kenapa tokoh perempuannya selalu wartawati ya? Abaikan.
   Saat itu, sedang musim pemilihan presiden. Kebetulan lagi, Thomas adalah konsultan yang memiliki klien politik yang rencananya akan dicalonkan menjadi presiden dalam konvensi partai beberapa hari lagi. Seseorang yang digadang-gadang akan sukses dalam pemilihan. Klien politik yang saat ini sedang menjabat sebagai Gubernur Ibu Kota, yang terkenal jujur dan bisa diandalkan (berasa familiar ya? ^_^). Namun, dengan segala cara, ada orang-orang yang tidak rela klien politiknya dicalonkan dalam konvensi nanti. Salah satu cara menggagalkannya adalah menyerang konsultan politiknya, yaitu Thomas, yang telah memenangkan beberapa kali klien politik dalam pilkada di beberapa daerah. Thomas, dan kakeknya dan semua yang ada di kapal itu tiba-tiba digerebek kepolisian setempat karena ditemukan sekarung narkoba di kapal mereka. Konspirasi memang, tapi begitulah politik. Mereka semua pun dimasukkan ke dalam penjara khusus di sebuah gedung tinggi.
   Akan tetapi, dengan kecerdikannya, Thomas berhasil melakukan panggilan telepon kepada Lee, teman bertarungnya tadi, yang ternyata kalah jadi harus bersedia melakukan apapun juga, untuk menolongnya keluar dari tempat itu. Kebetulan lagi, gedung di sebelah tahanan adalah milik Lee yang hendak dihancurkan. Maka, dengan berbagai macam trik, mereka pun berhasil kabur, meski harus melalui aksi kejar-kejaran dengan polisi, dan mengelabui petugas imigrasi hingga mereka selamat kembali ke Indonesia.
   Daripada bersembunyi, Thomas lebih memilih untuk menampakkan diri. Ia terkenal. Jika terjadi apa-apa, maka semua pendukungnya akan curiga. Maka ia pun melanjutkan aksinya untuk mensukseskan konvensi. Keluarganya, ia masukkan ke panti asuhan tempat ia dulu dibesarkan setelah musibah pembunuhan kedua orang tuanya. Panti asuhan itu telah mengajari banyak hal baik dan kemandirian yang menyenangkan. Itulah pula alasan mengapa ia mati-matian mendukung klien politiknya ini, dengan taruhan nyawa sekalipun, karena ia percaya kepada klien politiknya itu, karena ia tahu pasti karaktek baiknya, karen klien politiknya itu adalah kakak kelasnya di panti asuhan dulu.
   Maka, dengan berbagai macam cara, Thomas pun berhasil membuat klien politiknya dijadikan calon presiden oleh para peserta konvensi, dengan dibumbui pidato yang mengharukan dan berapi-api. Cerita ini terlalu seru untuk sekedar diceritakan kembali. Ada baiknya jika kalian membaca sendiri. Karena di akhir cerita, Thomas pun berhasil menguak kebenaran tentang siapa pembunuh kedua orang tuanya yang sebenarnya, yang telah menghancurkan kehidupan keluarganya sejak dulu hingga saat ini. Di akhiri dengan cara yang menakjubkan, novel ini sungguh terlalu sayang untuk dilewatkan. Salut untuk Tere Liye, yang bisa menulis cerita serunut itu. Kapan ya aku bisa menulis seperti itu?

Senin, 10 Agustus 2015

Negeri Para Bedebah – Tere Liye

Awalnya, mendengar pengarang yang satu ini, ngelirik saja tidak, apalagi ingin membaca karyanya. Tapi sebuah kebetulan sungguh membuatku jatuh cinta dan tergila-gila pada karyanya. Bukan bermaksud meremehkan karya anak bangsa. Tapi, aku mengenal namanya berbarengan dengan novel-novel yang mengekor kesuksesan novel lainnya. Setelah cukup puas membaca Ayat-Ayat Cinta karya Kang Abik, dan merasa kecewa berkali-kali ketika membaca karya lain yang hampir serupa, waktu itu aku hanya tahu Bidadari-Bidadari Surga dan Hafalan Shalat Delisa. Batinku, ah, paling isinya sama. Daripada kecewa, mending tak usah baca.
 
Lalu tiba-tiba, tahun lalu, pas kebetulan hari ulang tahunku, ada seseorang yang berbaik hati mengirimkan sebuah buku hasil karya terjemahannya, plus rekomendasi buku ini. Ditilik dari judulnya, tidak membuatku alergi, karena tak berbau religi. Maaf, karena novel religi yang bergambar serba ke-religi-an yang kelasnya abal-abal sungguh sudah membuatku kecewa membacanya.
 
Lalu kucoba membaca, meski pelan-pelan, karena banyak istilah berat yang tak kumengerti di dalamnya. Baiklah, sebelum memulai mengupas apa isi buku ini, ada baiknya jika kutuliskan identitas buku ini.
 
Judul        : Negeri Para Bedebah
Pengarang    : Tere Liye
Penerbit    : PT Gramedia Pustaka Utama
Dimensi     : 20 cm, 40 halaman
Kategori    : Fiksi
Cetak Ulang    : ketujuh, Februari 2014
 
Kutipan belakang buku: di negeri para bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata. Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah. Tetapi setidaknya, Kawan, di negeri para bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.
  
  Kisah fiksi ini terbagi menjadi 48 episode dalam satu buku. Di kawal oleh seorang tokoh berkarakter kuat bernama Tommy, yang memiliki seorang kakek yang harus ia lindungi, dan seorang paman yang sangat ia benci. Meski begitu, musuhnya bukanlah pamannya. Kisahnya dimulai dengan kalang-kabutnya seorang wartawati  muda sebuah majalah ekonomi terkemuka se-Asia Tenggara yang hendak mewawancarai seorang konsultan keuangan, konsultan perusahaan, atau apalah istilahnya, yang super sibuk (inilah tokoh utama kita), hingga wawancara harus dilakukan di atas pesawat. Tanpa ia nyana, petualangannya akan berakhir dengan serentetan bencana, percobaan pembunuhan, hingga trik-trik perbankan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
 
   Tommy, tokoh utama kita, yang sepertinya keturunan cina, dilihat dari nama kakek dan pamannya, dibesarkan dalam kedamaian di sebuah panti asuhan, meski ia mennyimpan kebencian yang mendalam terhadap pamannya, yang ia anggap sebagai penyebab kematian kedua orang tuanya. Keluarganya adalah keluarga pedagang, pengusaha. Tapi para penguasa dan para pecinta keserakahan telah memutilasi kepercayaan pada kerja keras yang jujur dalam berusaha dan bekerja. Kakeknya, ayahnya, pamannya, adalah korban konspirasi para petinggi Negara dan para pengusaha yang ingin sukses meski harus mengorbankan yang lainnya.
 
    Kisah ini mendebarkan, karena thrillernya ditulis dengan sangat ciamik. Kisah ini mengharukan, karena hubungan keluarga yang tidak sederhana diungkap dengan sangat indah. Hubungan balas jasa yang tak pernah terpikirkan, dan teori-teori baru yang dulunya tak pernah kukenal jadi bisa kumengerti meski tak semuanya. Saya pikir, tak layak rasanya jika seluruh ceritanya disinopsiskan, karena akan mengurangi minat untuk membaca sendiri. Tapi yakinlah, tak rugi untuk sekedar mencoba membacanya.
 
    Yang paling kusuka dalam semua karya Tere Liye adalah, bahasanya. Enak dibaca, runut, dengan kata-kata yang sangat pas untuk semua tema cerita. Dan ide ceritanya, seolah mengalir, seperit tak kesulitan sama sekali untuk menentukan apa yang selanjutnya akan terjadi. Dan cerita-ceritanya selalu berakhir mengejutkan, tapi tak pernah mengecewakan.
 
    Sangat kurekomendasikan untuk dibaca. Sudah kurayu beberapa teman untuk mencoba membaca dan akhirnya mereka ketularan jatuh cinta.

Minggu, 02 Agustus 2015

Uuuuuugggghhhhh... gatal rasanya pengen cepat-cepat nulis lagi.
Kali ini, saya akan membahas beberapa buku yang sudah saya baca. Sebenarnya kebanyakan lebih ke novel sih, atau kumpulan cerita, atau komik dan manga. Beberapa buku yang non fiksi kebanyakan bertema motivasi dan inspirasi. Beberapa buku mungkin sudah banyak yang kalian baca. Seperti karya-karyanya Ahmad Tohari, Putu Wijaya, Iwan Simatupang, Andrea Hirata, Tere Liye, Habiburrahman El Shirasyi, dsb. Beberapa bacaan sejak zaman saya SD, jadi yang akan saya bahas dulu yang bacaan terbaru saja. Karena buku harus membuka kembali buku lama di rumah lama^_^

Tunggu ya, semoga saya istiqomah menulisnya. Ini juga sambil belajar bagaimana menulis sebuah review atau resensi dengan baik dan benar.